Rabu, 15 September 2010

Batu Karas dan Green Canyon: Sensasi Outdoor yang Sesungguhnya

Pantai Batu Karas, 2009.

Propinsi Jawa Barat kembali menawarkan pesona outdoor adventure-nya yang mengagumkan. Dua pesona wisata sekaligus ditawarkan kepada para wisatawan yang gemar ber-adventure, sekaligus menikmati pantai yaitu Pantai Batu Karas dan Green Canyon Hal ini tidak mengherankan, karena kedua tempat wisata ini sangat berdekatan, sehingga para wisatawan pasti akan berkunjung ke dua tempat ini secara bersamaan. 

Menuju Pantai Batu Karas dan Green Canyon
Akses menuju kedua tempat ini membutuhkan sekitar 8-9 jam perjalanan dari Jakarta dengan menggunakan mobil. Jalan yang harus dilalui adalah menuju arah Bandung (Tol Cipularang) - Nagrek - Ciamis - Banjar - Pangandaran - Cijulang.

Berselancar di Pantai Batu Karas
Pantai Batu Karas yang berombak
Bagi Anda yang pernah atau gemar mengunjungi Pantai Pangandaran, pastinya tidak akan terlalu heran dan takjub dengan Pantai Batu Karas, karena kedua pantai ini masih dalam satu kawasan. Pantai Batu Karas hanya berjarak 1 jam dari Pantai Pangandaran. Nama dari Pantai Batu Karas sendiri diambil dari nama desa dari pantai tersebut, yaitu Desa Batu Karas, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Pada dasarnya, Pantai Batu Karas bukanlah hal yang baru bagi orang-orang yang gemar berselancar atau para surfer. Karena Pantai Batu Karas adalah surga bagi para surfer, karena lokasi yang relatif dekat; atau dengan kata lain "tidak usah repot-repot ke Bali". Selain surfing, anda juga dapat berenang-renang dan naik perahu. Karena Pantai Batu Karas adalah tempat yang ideal untuk berselancar, sudah pasti pantai ini memiliki ombak yang cukup besar, dan pasir yang menyelimuti pantai ini berwarna hitam. Apabila anda ingin mencoba berselancar dengan papan selancar atau sekedar body surfing saja, dengan mudah Anda dapat menemukan penyewaan-penyewaan di pinggir pantai. Penginapan-penginapan dan tempat makanpun sudah terlihat berjejer di sekitar kawasan pantai. Namun yang perlu diingat adalah penginapan-penginapan mayoritas masih semi-modern, berbeda seperti pantai-pantai yang sudah modern seperti Anyer atau Carita. Pantai Batu Karas memang masih belum digolongkan sebagai pantai komersil, sehingga beberapa fasilitas masih belum cukup memadai seperti layaknya pantai-pantai komersil. Meskipun demikian, akomodasi yang diberikan sudah sangat cukup, namun masalah yang sering timbul adalah ketika peak season tiba, penginapan-penginapan akan cenderung penuh, sehingga Anda akan kesulitan mencari kamar. Apabila demikian, masih ada pilihan lain yaitu menginap di rumah-rumah penduduk desa yang disewakan.
Surf's up!
Sisi lain Pantai Batu Karas
Salah satu daya tarik Pantai Batu Karas yang membuat saya kagum adalah kuliner yang disajikan tempat makan di pinggir pantai. Rasanya luar biasa nikmat dengan harga terjangkau. Salah satu tempat makan yang paling terkenal adalah Warung Makan Kang Ayi. Selain keindahan pantainya, salah satu daya tarik Pantai Batu Karas dalah wisata alam yang masih asli dan asri. Kawasan ini juga terkena dampak akibat tsunami yang menghantam Pantai Pangandaran tahun 2006 silam. Desa Batu Karas dikelilingi oleh dataran yang tinggi berupa bukit-bukit dan bebatuan yang dipenuhi oleh semak belukar dan hutan-hutan kecil.   Bukit-bukit ini dapat Anda jelajahi dengan medan yang sedikit berat, namun sensasi outdoor adventure benar-benar dapat anda rasakan disini. Ketika saya dan kedua teman saya menelusuri jejak yang berbukit dan penuh semak, dan kahirnya kami menemukan sebuah pantai tersembunyi di bagian timur, dimana pantai tersebut sangat sepi dan kosong. Hanya kami bertigalah yang berdiri di pantai tersembunyi itu. Pantai terrsebut memiki tekstur yang sama seperti pantai utama Batu Karas, namun terdapat gugusan bebatuan yang masih menempel di bibir pantai, serta sebuah bongakahan batu raksasa di tengah pantai.
Pada dasarnya, Pantai Batu Karas is not just all about beaches. Masih banyak pesona alam yang bisa anda explore disini. Jadi jangan pernah bosan bertanya lokasi-lokasi yang menarik kepada penduduk sekitar dan berjalan kemanapun angin membawa anda (tapi jangan sampai tersasar)!

Green Canyon
Green Canyon
Green Canyon, atau yang lebih dikenal sebagai Cukang Taneuh oleh penduduk lokal merupakan salah satu objek wisata yang sangat mengagumkan dan menyenangkan. Sesuai dengan namanya, yaitu Green Canyon, tempat ini adalah sebuah ngarai dibelah oleh sungai dengan warna dominan hijau. termasuk warna airnya. Green Canyon masih berlokasi di Cijulang, hanya sekitar 15-20 menit dari Pantai Batu Karas. Sebagai wisata sungai, tentunya kita menyusuri Green Canyon dengan perahu yang disewa. Namun akan mencapai titik dimana perahu tidak dapat melaju karena ada bebatuan yang menghalangi jalur sungai. Untuk melanjutkan perjalanan, anda harus berenang. Jangan khawatir bagi Anda yang tidak dapat berenang, karena akan disediakan pelampung, sehingga Anda akan mengapung diatas sungai yang memiliki kedalaman 4-8 meter ini. Namun tetap saja, Anda harus mampu mengayuhkan diri Anda (berenang) untuk bergerak maju menyusuri sungai Green Canyon, jika tidak, Anda akan terseret kembali ke start. Jalur sungai yang harus dilalui tidaklah selalu mulus. Anda terkadang harus melawan arus, namun ada kalanya anda mengikuti arus dan harus berhati-hati agar kaki Anda tidak terbentur bebatuan yang samar-samar terlihat di dalam air. Namun apabila Anda berhati-hati dan memperhatikan instruksi dari pemandu, Anda dijamin akan baik-baik saja. Bagi Anda yang cukup bernyali, Anda dapat menaiki tebing-tebing pada titik tertentu di Green Canyon dan melompat ke dalam sungai dari ketinggian 8 meter!
Tidak dapat dipungkiri bahwa kedua objek wisata ini saling melengkapi satu sama lain. Akan merasa kurang lengkap jika Anda hanya mengunjungi salah satu objek wisata ini saja. Rasakan pesona pantai yang indah dan tampilan sebuah ngarai (canyon) yang menakjubkan dalam satu tempat!

Tips
Tips yang perlu dperhatikan saat berkunjung ke Pantai Batu Karas / Green Canyon adalah:
  1. Disarankan untuk membawa mobil pribadi / menyewa. Rute angkutan umum pada dasarnya memang sudah tersedia, namun Anda harus berganti angkutan umum beberapa kali agar dapat mencapai kedua tempat ini.
  2. Berangkatlah di pagi hari, karena penerangan di daerah Cijulang masih sedikit minim, sehingga Anda harus berhati-hati dalam mengemudi.
  3. Bersiap-siaplah untuk tidak mendapatkan hotel. Anda boleh saja berencana untuk menginap di hotel, namun karena jumlah penginapan disini masih sangat sedikit dan seringkali penuh, Anda harus mempunyai rencana cadangan untuk tempat menginap, yaitu rumah penduduk.
Rapor Batu Karas dan Green Canyon
Akomodasi dan Penginapan: 85
Penginapan seperti hotel dan penginapan ala backpacker sudah tersedia. Namun Anda harus memperhatikan pada saat peak season, dimana hotel dan penginapan akan penuh.

Keadaan Alam: 80
Karena lokasi Pantai Batu Karas dan Green Canyon yang masih belum terlalu terjamah dengan modernisasi, keadaan alamnya masih sangat terjaga.
                          
Keadaan Kota: 70
Keadaan kota di Pantai Batu Karas dan Green Canyon dapat dikatakan tidak terlalu ramai. Keramaian hanya dapat ditemukan di beberapa titik tertentu.

Kuliner: 85
Salah satu daya tarik yang diberikan Pantai Batu Karas dan Green Canyon (khususnya Pantai Batu Karas) adalah sajian kulinernya. Pada tempat ini memang tidak terdapat menuh yang khas, namun makanan yang disajikan sangatlah lezat. Salah satu restoran yang paling terkenal di Pantai Batu Karas adalah Warung Makan Kang Ayi.

Transportasi: 60
Jika Anda tidak membawa atau menyewa mobil dari rumah, Anda akan kesulitan menemukan saran transportasi disini. Anda bisa menggunakan ojek, namun Anda harus sedikit cermat untuk mencarinya.

Fasilitas: 70
Fasilitas yang disediakan dapat dikatakan memadai, antara lain penjual minuman dan makanan dan puskesmas sudah tersedia. Namun masalah transportasi dapat dikatakan masih kurang.

Cinderamata: 70
Anda dapat menemukan berbagai cinderamata yang berbau surfing, seperti baju dan papan surfing di Pantai Batu Karas dan kerajinan tangan di Green Canyon.

Budgeting: 70 
Mengunjungi Pantai Batu Karas dan Green Canyon tidak terlalu mahal. Kemungkinan budgeting Anda akan terpaku pada masalah penginapan dan bahan bakar transportasi. Maka dari itu, disarankan agar berpergian secara beramai-ramai agar Anda dapat "patungan".

Nilai Total Batu Karas dan Green Canyon: 73.75
Batu Karas dan Green Canyon adalah sebuah wisata yang wajib Anda kunjungi. Memang akses menuju tempat ini sedikit jauh dari Jakarta. Namun bagi Anda yang bertempat tinggal di Bandung dan sekitar, tempat ini dapat menjadi salah satu tempat wisata favorit yang dapat dikunjungi.

Terima kasih kepada rekan-rekan kuliah "Sebagian Kecil 2005" yng telah mengajak dan ikutserta dalam perjalanan ini: Achie, Abay, Omen, Bondan, Acox, Ucil, Tonot, Bram, Renty, Bottie, Runi, Dion, Adist, Amel, Blangkon, Christo, Peat, dan Bilma.

Senin, 30 Agustus 2010

Pulau Tidung: Sebuah Persembahan dari Kepulauan Seribu


Pulau Tidung, 2010
Pada pertengahan tahun 2010, dunia wisata dan travel dibuat terkesima dengan ditemukannya sebuah surga baru di kawasan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Kepulauan Seribu memang bukanlah sebuah tujuan wisata yang baru, namun potensi wisata dari kepulauan ini belum sepenuhnya di-explore secara menyeluruh. Anda bisa membayangkan, jumlah pulau yang demikian banyak di Kepulauan Seribu (baik yang berpenghuni maupun tidak) pastinya menyimpan banyak potensi wisata yang bisa kita gali (dan jaga, tentunya).
Keberadaan Pulau Tidung pada dasarnya sudah ada sejak dahulu. Namun eksploitasi Pulau Tidung sebagai tempat tujuan wisata baru digembor-gemborkan pada awal dan pertengahan tahun 2010. Sejak itu, banyak perusahaan wisata yang mengusahakan paket perjalanan ke pulau ini. Karena biaya untuk berwisata di pulau ini tidak terlalu mahal, beberapa orang lebih memilih pergi secara mandiri daripada bergantung kepada jasa tour and travel.
Daya tarik Pulau Tidung adalah airnya yang berwarna biru kehijauan dan pasir putihnya. Kebersihannya masih agak lumayan terjaga, meskipun masih ditemukan sampah-sampah berserakan. Kebersihan Pulau Tidung memang tidak terlalu sempurna, namun masih bisa dikatakan lebih baik darpada Pulau Bidadari atau Pulau Pramuka. Kepulauan Seribu dan Pulau Tidung pada khususnya, menjadi pilihan yang baik bagi warga Jabodetabek, yang ingin berwisata pantai, namun tidak ingin pergi terlalu jauh dari kota. Tentunya dengan biaya yang terjangkau.
Keberangkatan dari Muara Angke dengan kapal
Menuju Pulau Tidung
Cara mencapai Pulau Tidung cukup mudah. Kita dapat menggunakan jasa kapal yang berlabuh di Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara. Biaya yang diperlukan untuk sekali jalan adalah Rp. 33.000. Waktu tempuh yang dibutuhkan adalah 2,5 - 3 jam. 
Kegiatan di Pulau Tidung
Tiba di dermaga Pulau Tidung
Pada dasarnya Pulau Tidung adalah pantai yang tenang dan tidak berombak dan berair jernih. Hal-hal yang dapat dilakukan disini adalah berenang (bermain air), bersantai di pinggir pantai, berfoto-foto, dan snorkeling. Jadi jangan harap Anda bisa surfing, karena tidak terdapat ombak disini. Untuk rekreasi air seperti banana boat atau jet ski juga blum dapat ditemukan disini. Jadi satu-satunya rekreasi air adalah snorkeling. Anda juga diwajibkan membawa kamera, karena banyak pemandangan pantai yang menarik disini.
Jembatan penghubung ke Pulau Tidung Kecil
Warna air yang biru-kehijauan
Transportasi yang digunakan di Pulau Tidung bagi wisatawan adalah sepeda. Jadi pastikan anda dapat mengendarai sepeda. Namun berhati-hatilah, sepeda yang disediakan terkadang "sepeda ala kadarnya", dimana kekurangan yang paling sering ditemukan adalah tidak terdapatnya rem. hendaknya berhati-hati jika bersepeda, karena jalanan sempit dan banyaknya anak-anak serta ayam yang berkeliaran di jalan. Tekstur pantai Pulau Tidung pada dasarnya adalah pantai dengan pasir putih dan air yang jernih. Wilayah pasirnya cenderung sempit, berbeda dengan Anyer atau Kuta yang memiliki wilayah pasir yang sangat luas. Selain pasir, terdapat juga pecahan-pecahan terumbu karang mati yang terbawa hanyut oleh air. Lautnya cenderung dangkal dan tidak terdapat banyak karang, hanya sejumlah rumput laut yang tersebar di bawah permukaan air.  Bagi anda penggemar snorkeling, keadaan bawah laut di Pulau Tidung cukup jernih. Terdapat aneka terumbu karang dan binatang laut, meskipun tidak dalam jumlah yang terlalu banyak. Menurut pengakuan nahkoda kapal yang saya tumpangi, beberapa terumbu karang sudah hancur akibat penangkapan ikan dengan bom oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. Binatang laut yang saya jumpai disini antara lain ikan-ikan kecil, bintang laut, bulu babi dan ubur-ubur. Sebagai pulau, Pulau Tidung tentunya dikelilingi oleh pantai-pantai. Di bawah ini adalah panduan pantai-pantai di wilayah Pulau Tidung. 
Bagian Selatan
Bersepeda diantara alang-alang
Jika anda bertolak dari Jakarta/Tangerang, anda akan sampai di bagian selatan Pulau Tidung. Karena bagian selatan adalah bagian yang dekat dengan dermaga, pantai di bagian ini cenderung kurang menarik dan sedikit kotor karena sampah.  
Bagian Timur (Menuju Jembatan ke Pulau Tidung Kecil)
Di bagian timur Pulau Tidung, Anda akan menemukan sebuah jembatan kayu yang menghubungkan antara Pulau Tidung (Besar) dengan Pulau Tidung Kecil.  
Bagian Barat dan Utara
Di bagian barat Pulau Tidung, Anda akan menemukan sebuah pantai yang cenderung sepi, namun harus melalui jalur tanah dan pasir yang sedikit sulit medannya. Anda harus cukup piawai mengendalikan sepeda anda agar tidak terjatuh. Selama perjalanan ke barat, anda juga dapat menikmati perjalanan melalui alang-alang yang tinggi.

Akomodasi dan Penginapan
Anda tidak akan menemukan penginapan atau losmen di Pulau Tidung. Penginapan disini adalah rumah penduduk yang disewakan oleh penduduk-penduduk sekitar. Untuk fasilitas rumah penduduk tersebut tidak perlu dikhawatirkan, karena AC, TV dan kamar mandi sudah tersedia. Pada umumnya bila Anda menginap di sebuah rumah penduduk, biaya penginapan sudah lengkap bersama makan 3x sehari, sepeda dan sewa kapa/snorkeling. Biaya-biaya tersebut tentunya variatif tergantung dari masing-masing pneyedia jasa. Namun ketika saya berkunjung, saya mendapatkan semua itu dengan biaya Rp. 300.000 untuk 3 hari 2 malam. Cukup terjangkau bukan? 

Tips
Tips yang perlu dperhatikan saat berkunjung ke Pulau Tidung adalah:
  1. Siapkan obat anti mabuk bagi Anda yang rentan dengan mabuk laut. Meskipun guncangan kapal tidak terlalu keras, namun ada baiknya Anda membawa persiapan. 
  2. Perjalanan di kapal menuju Pulau Tidung akan memakan waktu yang cukup lama. Jadi sebelum berangkat, disarankan Anda untuk ke WC/Toilet terlebih dahulu sebelum naik ke kapal, karena WC/Toilet kapal sedikit kurang nyaman, khususnya bagi kaum perempuan. Apabila anda cepat bosan, disarankan pula membawa MP3 Player/Ipod/HP ber-MP3 untuk menghilangkan kebosanan. 
  3. Kapal akan menjadi sangat penuh, khususnya pada peak season. Jadi disarankan agar Anda sudah tiba di kapal sekitar 1 jam atau 30 menit sebelum keberangkatan. Hal ini agar anda mendapatkan tempat yang enak dan tidak berdiri hingga sampai di Pulau Tidung.
  4. Anda WAJIB bisa naik sepeda. Karena inilah satu-satunya transportasi di Pulau Tidung bagi wisatawan. Anda bisa saja menyewa becak atau becak motor yang juga tersedia. Namun anda harus berebutan dengan wisatawan lain. Ketika saya berkunjung disana, tidak banyak becak atau becak motor yang kosong. Mereka selalu saja mengantar para penumpang.
  5. Bagi para wanita, Pulau Tidung dikenal sebagai wilayah yang religius. Jadi disarankan untuk memakai baju renang yang cukup sopan. Tidak perlu serba tertutup, asalkan tidak terlalu terbuka, seperti bikini.
  6. Masalah sinyal HP juga merupakan masalah disini. Sinyal terkuat yang dijangkau disini adalah INDOSAT (Mentari/IM3), Telkomsel lemah, XL sangat lemah.
Rapor Pulau Tidung
Akomodasi dan Penginapan: 80
Meskipun tidak ada hotel atau losmen. Kenyaman yang ditawarkan untuk menginap di rumah penduduk sudah sangat baik. Fasilitas sudah lengkap

Keadaan Alam: 75
Pulau Tidung yang letaknya agak jauh dari Jakarta, menjadikannya masih asri dan bersih. Walaupun amat disayangkan sudah ditemukan sejumlah sampah di pinggir pantai.
                          
Keadaan Kota: 75
Sebagai pulau yang kecil, infrastuktur di Pulau Tidung patut diancungi jempol. Walaupun kecil, rumah penduduk sudah seperti yang kita temukan di Jakarta kota. Jalanan utama sudah di pave-block dengan rapi. Meskipun jalanan ke pantai masih berupa tanah dan pasir

Kuliner: 65
Meskpun Pulau Tidung adalah sebuah pantai. Sepertinya kekayaan laut yang didapat masih belum bisa diolah menjadi hidangan yang sangat lezat. Meskipun demikian, masakan laut yang disajikan di penginapan sudah sangat cukup.

Transportasi: 75
Karena Pulau Tidung adalah pulau kecil, hanya ada sepede sebagai transportasi darat dab kapal untuk menyebrang antar pulau. Hal ini justru menjadi kenyamanan dan daya tarik tersendiri

Fasilitas: 75
Fasilitas yang disediakan sudah lengkap, antara lain penjual minuman dan makanan dan puskesmas sudah tersedia.

Cinderamata: 50
Belum ada cinderamata yang khas dari Pulau Tidung. Saya sempat melihat ada ayng menjual kerang-kerangan, t-shirt dan keripik-keripik. Namun yang berjualan sangat jarang, hanya 1-4 toko saja.

Budgeting: 90
Untuk pantai sekelas Pulau Tidung, anda hanya perlu merogoh kocek sekitar Rp. 290.000-Rp. 350.000 (belum termasuk biaya pengeluaran pribadi). Namun agar aman, lebihkan sedikit budget anda, (sekitar Rp. 400.000) mengingat tidak adanya ATM disini. 

Nilai Total Pulau Tidung: 73,125
Pulau Tidung adalah tujuan yang tepat bagi anda yang ingin sekedar bersantai di pantai. Suasananya yang tenang dan nyaman merupakan daya tarik tersendiri di pulau ini. Namun untuk menikmati pesona indah dari pulau ini, disarankan anda memiliki kondisi badan yang fit dan mampu bersepeda agar dapat maksimal mengeksplorasi pulau ini. Tidak lupa, salah satu daya tarik lain dari pulau ini adalah biayanya yang terjangkau.

Terima kasih kepada rekan petualang: Nadine, Ino, Nadya, Putri, Tria, Kechap, Yova, Reggie, Umar, Dhani, dan Emir, serta segenap warga Pulau Tidung. 
Tanggal kunjungan: 28-30 Mei 2010













Selamat Datang di Jejak Wisata


In your life you may choose desolation
And the shadows you build with your hands
If you turn to the light, that is burning in the night
Then this Journeyman's day has begun
-Journeyman, by Iron Maiden (Adrian Smith/Steve Harris/Bruce Dickinson)



Salam Sejahtera, Para Petualang

Selamat datang di blog saya, Jejak Wisata. Jejak Wisata merupakan sebuah blog yang berisi catatan perjalanan saya dalam kunjungan wisata di berbagai daerah. Tujuan saya tidak lain adalah untuk memberikan informasi dan berbagai cerita kepada rekan petualang sekalian mengenai tempat wisata yang saya kunjungi. Saya senang menjelajahi tempat-tempat yang belum terlalu ramai untuk dikunjungi maupun tempat yang sudah sering dikunjungi, untuk berpetualang dan berwisata. Perjalanan saya ini seringkali ditemani sesama teman-teman saya yang sering bertualang, maupun sendiri.
Indonesia adalah negeri yang sangat luas dan kaya akan objek wisata. Mari kita jelajahi dan kenali potensi wisata di Indonesia.
Selamat berpetualang!




Ario Triwibowo